Tentang Kami

Halo, Generasi Hijau! Di era penuh tantangan ini, kita berada di garis depan perjuangan melawan perubahan iklim. Survei YouGov mengungkapkan 18% masyarakat Indonesia tidak percaya perubahan iklim disebabkan oleh manusia, dan 6% bahkan tidak percaya akan adanya perubahan iklim. 

Sungguh mencengangkan bahwa dari 23 negara yang disurvei, Indonesia berada di urutan teratas dalam skeptisisme terhadap perubahan iklim. Meski skeptisisme tinggi, Hutan Hijau tetap optimis, suara generasi yang ingin membuat perubahan nyata terhadap perubahan iklim harus terus menerus didengungkan. 

Kami memahami pentingnya edukasi dan advokasi tentang isu-isu kontemporer seperti pajak karbon, target net-zero Indonesia, dan pelaksanaannya. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menggunakan platform kami guna meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata.

Di Hutan Hijau, kami juga memposisikan diri sebagai jembatan antara masyarakat adat dan dunia, menyampaikan cerita mereka dengan konteks yang relevan. Kami memahami tanah dan Ibu Pertiwi tidak hanya sebagai tempat tetapi sebagai sumber kehidupan, menjelajahi hubungan spiritual masyarakat adat dengan alam. Kami berupaya untuk tidak hanya melaporkan fakta tetapi juga membela hak-hak teritorial masyarakat adat sebagai langkah penting dalam melestarikan keanekaragaman hayati.

Sebagai platform yang berkomitmen terhadap keadilan lingkungan dan sosial, kami mengundang Anda untuk bergabung dalam perjuangan kami. Bersama-sama, kita dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap planet ini. Mari kita tunjukkan bahwa generasi kita mampu berkontribusi secara nyata dalam upaya melawan perubahan iklim.


Team

Arief Priyono, Founder/Executive Director
Jurnalis, sutradara dokumenter dan fellow di Internews’ Earth Journalism Network. Karyanya telah dipublikasikan oleh media nasional dan internasional. Film dokumenternya tentang anak-anak yatim korban COVID-19 meraih penghargaan Ruedi Hofmann Media Award di Festival Film Puskat 2021. Arief memenangkan esai foto terbaik kategori People in The News – APFI 2023 dan Silver Winner – Asian Press Photo 2023.

Dewi Pascarani, Advisor
Dedikasinya di bidang komunikasi mengantarkannya menjadi dosen ilmu komunikasi di Universitas Udayana setelah menyelesaikan gelar Master of Science bidang komunikasi di Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar doktor bidang komunikasi dari Universitas Padjadjaran.

Prasto Wardoyo, Editor in Chief
Ketua AJI Surabaya (2014- 2016) dan Koordinator Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) Jawa Timur, Prasto terlibat dalam berbagai proyek dokumenter, termasuk untuk Kemenag, World Bank, dan Kontras. Sebagai penulis, ia telah menerbitkan buku dan artikel, dan pernah menjadi Dosen Luar Biasa di Departemen Komunikasi Fisip Unair Surabaya. Prasto juga aktif dalam berbagai forum jurnalistik sebagai pembicara dan juri.

Titik Kartitiani, Managing Editor
Memulai karir jurnalistiknya pada tahun 2003 di Kompas Gramedia Group. Ia kemudian menjadi jurnalis dan fotografer lepas untuk National Geographic Indonesia, Ekuatorial, Intisari, dan Reuters. Titik telah menulis empat buku terkait lingkungan hidup. Titik tercatat sebagai grantee di Rainforest Journalism Fund – Pulitzer Center untuk kawasan Asia Tenggara.

Rino Hayyu Setyo, Team Support
Aktif menjadi jurnalis sejak 2015 dengan mengawali karir di Jawa Pos Radar Kediri, Jawa Pos Radar Malang, Kumparan, Tugu Jatim, Metaranews, dan Oktana. Lulus dari Departemen Pendidikan Luar Sekolah atau Pendidikan Non Formal (Non Formal Education), Universitas Negeri Malang.


Diterbitkan oleh:
Yayasan Hijau Nuswantara Lestari
Nomor Badan Hukum: AHU-0004318.AH.01.04.Tahun 2024